TIFA MALUKU. COM, – AMBON, 9 September 2026 — Persiapan Diklat Kader Partai Gerindra tingkat Provinsi Maluku memasuki tahap akhir dengan kesiapan yang terus dikebut. Kegiatan yang akan berlangsung di Kampus Universitas Darussalam, Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah ini melibatkan lebih dari 400 peserta dari seluruh penjuru Maluku dan dirancang bukan hanya untuk memperkuat basis partai, melainkan juga memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ibu Saudah Tuankotta Tethool, menyampaikan keterangan pers terkait persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini.
Menurut Saudah, jumlah peserta yang terdata resmi mencapai 320 orang, namun jika digabungkan dengan panitia, sayap partai, dan unsur pendukung, total peserta yang terlibat mencapai lebih dari 400 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah: Maluku Barat Data, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara, Kota Tual, Kepulauan Aru, Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, hingga Kota Ambon.
“Karena Maluku ini daerah kepulauan, akses transportasi menjadi tantangan tersendiri. Banyak peserta harus berangkat jauh sebelumnya — ada yang naik kapal sejak 22 Agustus, tiba di Ambon pada 25 Agustus. Ada juga yang berangkat 24 Agustus dan baru tiba 27 Agustus. Mereka datang dari pulau-pulau yang berbeda, di waktu yang berbeda, namun semangatnya sama,” ujar Saudah Tuankotta Tethool.
Pendaftaran peserta akan dibuka mulai 28 Agustus siang, sedangkan pembukaan resmi direncanakan pada 29 Agustus 2026. Seluruh peserta akan ditempatkan di area kampus dengan lebih dari 20 tenda yang disiapkan, lengkap dengan tenda khusus untuk tim medis, kesehatan, panitia, logistik, dan konsumsi.
Materi Berimbang: Ideologi Pusat & Kearifan Lokal
Diklat ini menghadirkan pemateri dari dua arah — pusat dan daerah — untuk memperkuat pemahaman kader sekaligus menjaga akar budaya setempat.
“Materi yang diberikan mencakup hal-hal dari pusat, namun kami juga menyisipkan nilai-nilai kearifan lokal khas Maluku. Pemateri dari daerah sudah disiapkan, termasuk Ketua DPD Partai Gerindra Maluku (Hendrik Lewerissa-red) sendiri serta kader-kader yang menjabat sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dari pusat, diharapkan hadir sekitar tiga pemateri, termasuk kami berharap Bapak Dasko dan pengurus pusat lainnya dapat hadir langsung memberikan arahan kepada kader-kader kita di Maluku,” jelasnya.
Salah satu hal yang paling menonjol dari kegiatan ini adalah filosofi pelaksanaannya. Lokasi Universitas Darussalam di Tulehu dipilih dengan pertimbangan mendalam.
“Kami melihat lokasi ini awalnya — kondisinya sempat rusak dan lama tidak terpakai. Namun kami bertekad untuk menata kembali. Tidak hanya untuk kebutuhan diklat, tapi juga untuk mengembalikan fungsi tempat ini. Seluruh renovasi, persiapan fasilitas, hingga penyediaan makanan peserta — semuanya melibatkan warga Tulehu. Mulai dari ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi, pelaku usaha kecil menengah, hingga tenaga kerja untuk renovasi gedung. Semoga kehadiran kami di sini bisa langsung menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar,” tegas Saudah.
Tujuan Besar: Lahirkan Kader yang Memahami Rakyat
Diklat Kader Gerindra Maluku ini bukan sekadar kegiatan rutin organisasi. Di balik ratusan peserta, tenda-tenda yang berdiri, dan materi yang disampaikan, ada satu tujuan besar: membentuk kader yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin kader Gerindra di Maluku ini tumbuh menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat. Di mana pun mereka ditempatkan, semangat melayani harus selalu diutamakan. Kegiatan ini adalah bukti bahwa partai hadir, bergerak, dan memberi manfaat nyata — bukan hanya bagi kader, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” tutup Saudah Tuankotta Tethool. (TM-OL)
