Anak Kandung Ketua DPRD Kota Ambon Abdi Aprizak Sehan Toisuta Aniaya Warga Ponegoro Hingga Tewas

oleh -1,190 views

TIFA MALUKU.COM – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Abdi aprizak sehan Toisuta (25 tahun) anak dari Ketua DPRD Kota Ambon (Elly Toisuta) terhadap korban Rafli Rahman Sie (15 tahun) hingga meninggal dunia membuat geger warga Kota Ambon.

Kasi Humas Polreta Ambon, Ipda Janete Luhukay dalam rilisnya yang diterima redaksi Tifa Maluku.Com menjelaskan, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Abdi Aprizak Sehan Toisuta kepada Rafli Rahman Sie terjadi pada Minggu (30/Juli/2023) pukul 21.10 Wit, tepatnya di Talake depan Asrama Polri Talake (Kediaman Bripka Alamsyah Bakker).

Dari keterangan saksi Muhammad fajri Semarang lanjut ia, awalnya saksi bersama korban berboncengan dengan menggunakan sepeda motor dari arah ponegoro menuju ke rumah saudaranya di talake untuk mengembalikan jaket milik saudaranya.

Pada saat memasuki gapura lorong Masjid Talake, korban dan saksi sempat melewati pelaku (Abdi Aprizak Sehan Toisuta-red). Motor yang dikendarai korban dan saksi hampir menyenggol pelaku yang sementara berjalan menuju kearah dalam talake. Tak terima, pelaku mengejar korban dan saksi.

Setelah saksi dan korban tiba di depan rumah saudaranya dan memarkirkan motornya, korban masih sempat duduk di atas motor dan saksi telah turun dan langsung berhadapan dengan korban. Pelaku pun langsung menghampiri korban dan saksi dimana tanpa bertanya pelaku langsung memukul korban dari bagian kepala sebanyak satu (1) kali.

“Korban saat itu masih menggunakan helm,” akui saksi kepada polisi.

Setelah itu lanjut ia, pelaku mengatakan kepada korban dengan dialek Ambon bahwa ” Kalo maso orang kompleks itu kasi suara abang – abang dong”. Kemudian pelaku kembali memukuli korban dari bagian kepala yang ke dua (2) kalinya, setelah itu korban mengatakan kepada pelaku bahwa ” katong jua masok orang kompkes katong bawa motor palang – palang, yang mana pelaku pun kembali memukul korban untuk yang ke tiga (3) kalinya di bagian kepala.

Berselang beberapa menit kemudian saudara korban keluar dari dalam rumah, dimana posisi korban telah tertunduk dan menaruh kepalanya di atas stir motornya. “Saat itu, korban tidak sadarkan diri (pingsan),” ujar saksi seraya menambahkan setelah itu saudara korban langsung mengatakan kepada pelaku dengan dialek Ambon, bahwa ” kalau ada apa – apa ose tanggung jawab”. Kemudian pelaku mengatakan bahwa ” beta akan tanggung samua – samua, setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban dan saksi.

Setelah itu saudara korban di bantu saksi mengangkat korban masuk ke dalam rumah dengan tujuan menyadarkan korban namun korban tidak sadarkan diri.

Sekira pukul 21. 25 wit, saudara korban dibawa ke rumah sakit Dr. Latumeten guna mendapatkan perawatan medis. Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapat perawatan medis oleh tim medis. Namun sayangnya, pukul 21. 45 wit, korban di nyatakan meninggal dunia oleh tim medis rumah sakit Dr. Latumeten. Kemudian, pukul 23.20 wit korban di bahwa pulang oleh keluarga menuju ke rumah duka di Ponegoro atas.

I. Korban :
Nama : Rafli rahman sie.
Umur : 15 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : pelajar
Alamat : Ponegoro atas RT 01 RW 04 Kel. Urimessing Kec. Nusaniwe Kota Ambon

II. Pelaku :
Nama : Abdi Toisutta (Abdi aprizak sehan)
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : tidak ada
Alamat : Talake RT 002 RW 03 Kel. Wainitu Kec. Nusaniwe Kota ambon

III. Saksi :
Nama : Muhammad fajri Semarang
Umur : 16 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar SMA Al fatah,
Alamat : Ponorogo atas.

Kasi Humas Polreta Ambon, Ipda Janete Luhukay menambahkan pelaku saat ini sudah diamankan di Polresta Ambon. TKP telah diamankan, dan pihaknya sementara mengumpulkan bahan keterangan (Baket) dari para saksi dan dokumentasi.

Luhukay menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal atau Tindakan anarkis. Serahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. (TM-07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.